Jurnal Liburan #4 #5 #6

3 hari gue nggak ngepost. Tau kenapa kan? yap, malas ngetik dan sebenernya nggak ada yang bisa diceritain juga sih 😦 Liburan gue bener-bener ngebosenin ya. Wkwk. Tapi ya mau gimana lagi, memang begini adanya.

Apa sebutan buat kemarin tapi kemarinnya lagi? Kemarin lusa ajalah ya. Jadi, kemarin lusa gue nggak ngapa-ngapain selain nonton drama Reply 1988. Kemarin pun sama. Bedanya, kemarin gue main kerumah Yal. Dia adalah salah satu temen gue, kita pernah kuliah sejurusan selama 2 semester tapi dia give up duluan dan pindah ke universitas lain di Jakarta. Alasan gue kerumahnya ya karena kangen. Udah gitu aja. Eh tapi ada alasan lain deng, gue mau minta drama korea. Dia bandar k-drama ternyata. Hahaha. Lokasi rumah Yal agak jauh dari rumah gue tapi nggak jauh-jauh amat orang masih sama-sama di Bekasi. Gue kerumahnya dari jam 11 siang sampe gue dapet sms dari Adik gue yang isinya “Mbak disuruh pulang sama Ibu.” dan setelah itu gue pulang.

Kemarin sore gue berhasil menyelesaikan episode terakhir Reply 1988. Yeay! Nah daripada nggak ada cerita mendingan gue nyeritain ulang drama ini dan nyelipin sedikit pendapat gue. Dalam tulisan ini mengandung unsur spoiler dan tulisan dari blog orang lain (karena gue nggak hafal nama karakternya), kalo lo nggak mau baca yaudah nggak apa-apa. Bye.

Berdasarkan informasi dari sebuah blog (http://www.tanpalipstick.com/2015/12/reply-1988-antara-teori-spekulasi_10.html) drama ini memiliki setting di tahun 1988 (yaiyalah), tahun itu adalah tahun yang besar di Korea Selatan karena pada tahun 1988 adalah tahun dimana Olimpiade Seoul dan College Festival 1988 diadakan untuk pertama kalinya. Nggak hanya itu tahun 1988 adalah tahun yang besar untuk dunia berita, pendidikan dan olahraga termasuk juga tahun yang gemilang untuk industri musik Korea selatan khususnya K-POP. Drama ini bercerita tentang sebuah komplek di Ssangmundong yang ditempati beberapa keluarga. Masing-masing dari keluarga ini memiliki anak-anak remaja yang seumuran, mereka adalah Duk Seon, Sun Woo, Jung Hwan, Taek dan Dong Ryong. mereka bersahabat dari kecil hingga dewasa. Di lingkungan ini mereka hidup sangat rukun antar keluarga saling membantu dan suka berkumpul atau sekedar makan bersama. Ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, merekapun mulai merasakan getaran cinta pertama disaat usia mereka beranjak 18 tahun. Cinta pertama pada teman kecil sendiri awalnya di rasakan Duk Seon terhadap Sun Woo, namun sayangnya ternyata Sun Woo mencintai Bo Ra kakak kandung Duk Seon. Di sisi lain Jung Hwan dan Taek diam-diam menyukai Duk Seon.  Lalu siapakah yang nantinya dipilih Duk Seon menjadi suami? Taek or Jung Hwan. Nggak hanya di warnai kisah percintaan anak remaja aja, cerita dalam drama ini juga mengisahkan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak, adik dan kakak, hubungan pertemanan dan juga kehidupan bertetangga yang harmonis.

Gue ngopas sinopsisnya dari blog orang soalnya gue nggak hafal penulisan nama-nama tokohnya. Banyak dan ribet cuy 😦 soalnya tokoh utamanya nggak cuman satu, kan drama ini nyeritain kisah nostalgia 5 sahabat; 1 cewek dan 4 cowok. Menurut gue, pesan moral yang mau disampein sama drama ini tuh jelas banget, baik itu tentang keluarga ataupun persahabatan. Reply 1988 sukses bikin gue bercucuran ingus sekaligus ngakak kenceng-kenceng! Seimbang gitu lah antara adegan sedih dan seneng-senengnya. Gue selalu ngakak tiap mereka ngeluarin sound effect “mbeeeeee..” dan selalu berkaca-kaca tiap scene orangtua dan anak. Hft. Gue gampang terbawa suasana. Jujur aja ya alur cerita drama ini bener-bener nggak ketebak, bahkan ampe episode 17 pun gue belum bisa tau siapa suami Duk Seon. Eh itu mah guenya aja kali ya yang oon 😦 Gue agak kecewa pas tau ternyata suaminya Duk Seon itu si Taek bukan Jung Hwan:(((( Jung Hwan oh Jung Hwan cintamu bertepuk sebelah tangan, sama kayak gue. Sini Hwan sama gue aja. Overall gue suka banget sama alurnya yang sangat amat tak bisa ditebak. Dah gitu doang.


(bbs.krdrama.com)

Karena 3 hari gue nggak ngepost maka, postnya gue satuin aja ya disini. Hemat kuota.
29 Juni 2016 gue nonton One Way Trip alias Glory Day, gue tau film ini pas stalking akun pemeran Jung Hwan di k-drama Reply 1988. Tuh kan bahkan gue nggak inget siapa nama aslinya Jung Hwan, gue ingetnya Ryu, dah itu doang nggak tau lagi. Ternyata di film One Way Trip ini ada 2 orang pemeran utama yang gue tau dari beberapa drama, dan gue nggak inget namanya, gue cuma inget dia yang jadi Jung Hwan dan yang main di k-drama Angry Mom. Oleh sebab itu gue nonton film ini. Alesannya najis banget kan? Emang:(( Gue kira bagus. Ternyata mengecewakan. Konfliknya jelas tapi dengan durasi 1 jam lewat beberapa menit nggak bisa nyelesein konflik atau seenggaknya maparin puncak konflik dengan baik. Acting para aktornya sih nggak masalah, tapi ya gue nggak terlalu suka sama alurnya. Atau kembali lagi ke pertanyaan “Apa guenya yang oon?“.


(blog.onehallyu.com)

Hari ini gue juga nonton film Now You See Me 2. Bajakan sih. Ya gitu, kualitas gambarnya jelek banget, bahkan translatenya pun sama nggak layaknya. Seenggaknya kejelekan bertingkat ini mengobati rasa penasaran gue akan kelanjutan kisah Four Horseman. Gue suka. Semuanya. Semua yang ada di film ini. Nanti kapan-kapan (kalo inget) gue bakalan bikin reviewnya, kalo gue udah dapet film dengan kualitas yang layak tonton :’). Walaupun kualitas film dan translatenya nggak bisa disebut mending, at least I could save my money. Hahahaha. Bokek boo liburan.


(www.conman.com.au)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s